
Amerika Serikat (AS) menuduh China telah melakukan uji coba ledakan nuklir secara diam-diam, dan bersiap melakukan uji coba lebih lanjut untuk daya ledak yang sangat besar. Washington membujuk agar Beijing ikut bergabung dalam perjanjian nuklir yang baru, setelah perjanjian nuklir dengan Rusia berakhir pekan ini.
AS menyebut apa yang dilakukan China itu sebagai pelanggaran terhadap larangan uji coba nuklir yang berlaku secara internasional.
Tuduhan itu, seperti dilansir AFP , Sabtu (7/2/2026), disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata, Thomas DiNanno, saat berbicara dalam Konferensi Perlucutan Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Jenewa, Swiss, pada Jumat (6/2) waktu setempat.












