
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap uang baru meningkat tajam. Kondisi ini mendorong usaha jasa tukar uang kian menjamur, salah satunya di pinggir-pinggir Jalan asemka, Jakarta Barat.
Hanya bermodalkan bangku plastik dan payung sebagai penangkal terik matahari, di sudut-sudut jalan dekat Kota Tua itu sekitar 13 penyedia jasa menjajakan uang pecahan nominal Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000 untuk ditukarkan kepada ‘pembeli’.
Tampa rasa takut kehilangan apalagi dirampok orang, para penyedia jasa secara terbuka menunjukkan segepok uang baru kepada setiap pengguna jalan yang melintas. Jumlah uang yang ditampilkan ini belum termasuk yang mereka simpan dalam tas masing-masing.








