Bisnis

“Tarif 143% Panel Surya RI di AS: Ancaman atau Peluang?”

×

“Tarif 143% Panel Surya RI di AS: Ancaman atau Peluang?”

Sebarkan artikel ini
“Tarif 143% Panel Surya RI di AS: Ancaman atau Peluang?”

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait panel surya Indonesia terancam tarif hingga 143% oleh Amerika Serikat (AS) buntut penyelidikan antisubsidi. Ia menegaskan siap mengawal kepentingan industri nasional hingga putusan akhir.

“Proses ini sepenuhnya berbasis data dan fakta. Pemerintah Indonesia bersikap kooperatif dan transparan agar seluruh tahapan penyelidikan berjalan sesuai ketentuan. Kami akan terus mengawal kepentingan industri nasional hingga keputusan final diumumkan,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).

Sebagai informasi, pada Selasa (24/2) Departemen Perdagangan AS (USDOC) mengumumkan pengenaan bea masuk imbalan sementara (BMIS) atas impor produk crystalline silicone photovoltaic cells, whether or not assembled into modules (panel surya) kepada beberapa negara termasuk Indonesia. Tarif individual yang dikenakan kepada produsen asal Indonesia yaitu pada kisaran 85,99%-143,30%, dengan tarif umum 104,38%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *