
Warga Teheran , Hamid, mengaku sulit tidur karena kekhawatirannya terhadap konflik yang kembali berkobar menghantui ibu kota Iran setelah perang 12 hari dengan Israel tahun lalu.
“Saya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari meskipun sudah minum obat,” kata Hamid kepada AFP, Minggu (22/2/2026).
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya akan kesehatan keluarganya, anak-anak dan cucu-cucunya.












