Latar Belakang
Ciamis, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan jelang bulan Ramadan dengan tradisi Mapag Ramadan Ngembang di Situs Gunung Jaha. Ritual ini bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, melainkan momen spiritual yang kuat bagi warga setempat. Ziarah dan botram menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini, memberikan warna khusus yang menarik perhatian masyarakat luas.
Fakta Penting
Ratusan warga Ciamis mengikuti Mapag Ramadan Ngembang di Situs Gunung Jaha, yang dikenal sebagai tempat bersejarah bagi masyarakat setempat. Tradisi ini dimaksudkan sebagai wadah doa, silaturahmi, dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
“Ini adalah tahun ke-5 kami melaksanakan Mapag Ramadan Ngembang. Setiap tahun, pesertanya semakin bertambah,” ujar Ibu Ratna, salah seorang panitia.
Ziarah dan Botram: Menambah warna pada Tradisi
Ziarah dan botram menjadi daya tarik utama dalam tradisi ini. Warga tidak hanya melakukan ziarah ke makam-makam wali, tetapi juga mengikuti botram atau doa bersama di sekitar Gunung Jaha. Tradisi ini diyakini mampu memperkuat ikatan masyarakat dan meningkatkan rasa syukur.
Dampak
Tradisi Mapag Ramadan Ngembang tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas masyarakat Ciamis. Sebagai momen silaturahmi, ritual ini menjadi jembatan untuk memperbaiki hubungan sosial yang mungkin terjadi ketegangan sebelumnya.
Penutup
Ziarah dan botram dalam tradisi Mapag Ramadan di Ciamis bukan hanya kegiatan biasa, melainkan momentum penting untuk merekatkan persaudaraan dan mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis. Dengan semakin banyaknya warga yang mengikuti, tradisi ini semakin menunjukkan pentingnya budaya gotong royong dalam kehidupan modern.












